Kemahasiswaan FKG Unhas Adakan Kegiatan Bina Desa

Posted By : Majid

Sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat, Bidang Kemahasiswaan FKG Unhas mengadakan kegiatan Bina Desa, Sabtu (26 Oktober 2019) lalu.

Kegiatan yang bertempat di Kabupaten Gowa ini mengambil tema “One Student Saves One Family (OSSOF) Menuju Desa Gigi Sehat pada Keluarga Prasejahtera di Dusun Kasimburang, Desa Belapunranga Kecamatan Parangloe.

drg. Nursyamsi, M.Kes yang juga selaku ketua pelaksana kegiatan menjelaskan “Penilaian status kesehatan gigi masyarakat di Dusun Kasimburang Desa Belapunranga Kecamatan Parangloe pada kelompok populasi prasejahtera memperlihatkan bahwa kejadian karies dan penyakit periodontal sangat tinggi”.

“Rendahnya pengetahuan akan pencegahan dan perawatan kesehatan gigi, pola makan yang tidak seimbang serta rendahnya pendapatan masyarakat juga menjadi penyebab masalah ini terjadi”, jelas drg. Nursyamsi

“Selain itu, alasan pekerjaan sebagai petani/peternak, buruh pabrik, yang tidak memungkinkan mereka untuk mendatangi tempat pelayanan kesehatan gigi seperti Puskesmas dan rumah sakit gigi dan mulut, juga menjadi penyebab betapa sulitnya masyarakat mendapatkan perawatan kesehatan giginya”, tambah drg. Nursyamsi

“Sebagai langkah awal pelaksanaan kegiatan berupa One Student Saves One Family menuju Desa Gigi Sehat akan dilaksanakan pada 1 lokasi yakni di Dusun Kasimburang Desa Belapunranga Kecamatan Parangloe berjumlah 75 orang . Lokasi ini dipilih karena mewakili kelompok masyarakat Presejahtera yang tertinggi di Desa Belapunranga”, drg. Nursyamsi lagi

Ditempat terpisah, Wakil Dekan Bidang Kemahsiswaan, Alumni dan Kemitraan FKG Unhas Dr. drg. Eddy Heriyanto Habar, Sp.Ort(K) sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini.

“Program “One Student saves One Family” adalah sebuah program berbasis komunitas yang inovatif yang diharapkan menjadikan seorang mahasiswa bertanggungjawab memberikan pelayanan promotif, preventif, deteksi dini dan sistim rujukan terhadap masalah kesehatan gigi suatu keluarga atau family,” kata drg. Eddy

“Dalam program ini, kompetensi yang ditetapkan oleh fakultas termasuk perawatan pasien, ilmu medis, kemampuan interpersonal, komunikasi, etika, profesionalisme, pembelajaran berbasis praktik dan rehabilitatif, praktik berbasis sistem, serta pendekatan keluarga dan komunitas yang kuat”, tambah drg. Eddy

“Poin terakhir terdiri dari aktivitas yang secara ekstensif menjadikan masyarakat sebagai lingkungan belajar, dimana mahasiswa, dosen, anggota masyarakat, dan perwakilan dari sektor lain secara aktif terlibat di seluruh kegiatan belajar dalam memberikan pendidikan kesehatan gigi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat pinggiran atau populasi prasejahtera”, tutup drg. Eddy