FKG UNHAS News Fakultas Kedokteran Gigi Unhas Gelar Webinar Internasional Bahas Odontologi Forensik

Fakultas Kedokteran Gigi Unhas Gelar Webinar Internasional Bahas Odontologi Forensik

Fakultas Kedokteran Gigi Unhas Gelar Webinar Internasional Bahas Odontologi Forensik post thumbnail image

Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin menyelenggarakan webinar Internasional bertajuk “The Role of Forensic Odontologist in Indonesia’s Natural Disasters”. Kegiatan berlangsung melalui aplikasi zoom meeting yang dimulai pukul 14.00 Wita, Rabu (7/7).

Hadir sebagai narasumber yakni, Rizky Merdieto Boedi, drg., MSc.FO (Research Post Graduate School of Dentistry, University of Dundee Departement of Dentistry, University Diponegoro, Indonesia), dan Peter Sahelangi, drg., Sp.OF (K), DFM Senior Supt (Ret), (Departement of Forensic and Medicolegal, Faculty of Medicine & Faculty Dentistry, Hasanuddin University, Indonesia).

Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Unhas, drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K). Dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran para narasumber yang berkompeten dibidangnya. Pengetahuan serta pengalaman yang dimilki para narasumber dapat memperdalam informasi mengenai peran dokter gigi dalam identifikasi korban bencana.

“Pemanfaatan ilmu kedokteran gigi untuk membantu proses identifikasi korban bencana massal sangat diperlukan. Karena identifikais gigi-geligi mempunyai kontribusi tinggi dalam menentukan identitas seseorang. Melalui webinar ini diharapkan akan memperbaharui pengetahun kita terkait topik tersebut,” jelas drg. Ruslin.

Setelah pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Rizky Merdieto Boedi, drg., MSc.FO, yang membawakan materi Dental Profilling in Palu Tsunami DVI Operation”.

drg. Rizki menjelaskan bencana gempa bumi melanda Sulawesi Tengah, yang memicu tsunami, likuifaksi, dan tanah longsor mengakibatkan banyak korban berjatuhan. Dengan kondisi iklim tropis dikombinasikan dengan paparan air laut membuat tubuh manusia memasuki kondisi pembusukan dengan cepat, sehingga proses identifikasi visual tidak mungkin dilakukan. Oleh karena itu, prosedur profiling gigi dilakukan. Pembuatan grafik gigi dan estimasi usia dilakukan dan foto diambil.

“Pembuatan grafik gigi dan foto dilakukan sesuai dengan standar panduan Interpol. Motode yang dilakukan pada anak-anak dan estimasi usia gigi sub-dewasa adalah dangan erupsi klinis gingiva dan alveolar dapat membantu menentukan perkiraan usia gigi mereka,” jelas drg. Rizky

Pada kesempatan yang sama, Peter Sahelangi, drg., Sp.OF (K), DFM Senior Supt (Ret) membawakan materi “Aceh Tsunami DVI Humanitarian Operation: Religious & Cultural point of View”.

Dalam materinya, Peter menjelaskan kegiatan identifikasi korban bencana masal perlu adanya prosedur DVI (Disaster Victim Identification) karena telag menjadi kegiatan yang sangat penting dan dilaksanakan hampir pada setiap kejadian yang menimbulkan korban jiwa.

Proses DVI menggunakan berbagai macam metode dan teknik. Interpol telah menentukan adanya Primary Identifier (PI) yang terdiri dari sidik jari, odontologi, dan DNA serta Secondary Identifier (SI) yang terdiri dari medis, aksesoris, dan fotografi.

Pada metode identifikasi identitas korban dilakukan dengan sarana gigi salah satunya adalah dengan cara membandingkan antara data postmortem (hasil pemeriksaan korban) dan data antemortem (data gigi sebelumnya yang pernah dibuat korban).

Kegiatan webinar berlangsung lancar hingga pukul 18.00 Wita yag dipandu oleh drg. Fadhlil Ulum A. Rahman, Sp.RKG selaku moderator.